Second Curve, Transformation and Positive thinking
Dalam swa edisi pertama 2011, ada tulisan dari Harmanto Edy Djatmiko tentang prospek bisnis indonesia dan hubungannya dengan keadaan sospol (sosial politik).
Menariknya, oleh mas edy tulisannya sangat konstruktif dan melihat Indonesia dari sisi positif, dia secara gamblang memberikan fakta-fakta ekonomi secara makro dengan segala keberhasilan ekonomi di Indonesia mulai dari IHSG hingga harga komoditas dari pertumbuhan ekomomi sampai nilai ekspor yang melaporkan hasil biru semua.
Saya menuliskan bukan untuk memperkuat pemaparan mas Edy tapi lebih pada bahasan setelah itu, seperti yang kita tapi dari hasil wawancaranya dengan sejumlah CEO,CFO dan sejumlah Direktur dari perusahaan ternama dalam menyambut tahun 2011.
Baiklah kita mulai dengan judul yang saya ambil, Second Curve, Transformation and Positive thinking, maaf saya menggunakan kata dalam bahasa asing itu karena lebih mudah diingat dan tidak bertele-tele lagi pula sudah jamak dipakai di masyarakat.
1.Second Curve
Dalam bisnis apapun pasti ada pasang surutnya ada kalanya bisnis kita moncer dan menghasilkan revenue yang menggila, dan kita juga pasti sadar atau tersadar jika bisnis harus tumbuh dan lambat laun bisnis yang kita geluti akan masuk pada kurva stagnan atau cenderung tidak berkembang pesat lagi dan mencapai titik keseimbangan. Banyak contohnya dan karena saya dari dunia
Telekomunikasi saya contohkan adalah pertumbuhan pendapatan industri selular. 5 hingga 10 tahun lalu semua prediksi tentang industri selular akan sangat bagus dan membanggakan dengan melipahnya captive market dan masih luasnya calon wilayah jangkauan jadi munculah pemain-pemain baru di industri ini dan lihat sekarang, pasar sedemikian cepatnya tersaturasi dan cenderung stagnan, memang ada pertumbuhan tapi praktis itu adalah proses saling memakan antar operator yaitu saling akuisisi pelanggan dan untuk pertumbuhan pasang baru dapat diprediksi akan terus menurun karena sudah 90% wilayah Indonesia tercover signal selular dan lebih dari 90% pengguna nomor selular terlah aktif.
Jadi jika tidak mencari kurva pertumbuhan kedua pasti akan tergilas oleh kompetitior dan akhirnya mati. Mengingat pentingnya bertumbuh dengan mencari ide-ide segar dan peluang-peluang baru maka disanalah letak pertumbuhan bisnis anda.
2.Transformasi
Setelah anda memutuskan ide apa yang akan di implementasi untuk melakukan pertumbuhan maka kita harus mempunyai strategi perubahan atau lebih dikenal dengan istilah “Transformasi”, ini harus kita lakukan untuk menyerap gejolak dan mengumpulkan tenaga dan pikiran ke hanya fokus pada pencapaian tujuan-tujuan baru. Perubahan adalah hal biasa namun untuk melakukannya dibutuhkan keberanian dan ketegasan, disinilah mutlak di kita membutuhkan visi ,misi dan strategi yang tepat agar proses transformasi tidak hanya mulus tapi juga benar dapat memuncukkan kurva pertumbuhan kedua.
3.Positive thinking
Sebagai langkah terakhir namun sebenarnya paling krusial adalah menjadikan sikap hidup dan pikiran anda selalu pada kuadran poisitf, seluruh perubahan, metodologi dan teori tesebut hanyalah alat tanpa jiwa, jika kita tidak ikhlas dalam menjalani perubahan dengan sikap mental yang benar.
Seorang leader suatu perusahaan ataupun usaha apapun harus di landasi dengan tujuan mulia yaitu menciptakan kebaikan sebaik-baiknya terhadap sesama.
